
PURBALINGGA | PNN NEWS – Duka menyelimuti warga Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Seorang perangkat desa yang menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus), Sk, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang warga yang disebut-sebut mengalami gangguan kejiwaan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (11/6/2026) dan langsung menggegerkan masyarakat setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun PNN NEWS, korban diduga mengalami luka berat di bagian kepala usai terlibat insiden dengan terduga pelaku yang masih merupakan tetangganya sendiri.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Informasi sementara menyebutkan jenazah korban telah dibawa ke RS Siaga Medika untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan medis tersebut dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian sekaligus menjadi bagian dari proses penyidikan yang tengah dilakukan aparat kepolisian.
Kepala Desa Sangkanayu saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Benar telah terjadi kejadian itu. Korban saat ini berada di RS Siaga Medika untuk proses lebih lanjut, dan untuk terduga pelaku informasinya sudah diamankan oleh pihak kepolisian,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk mendalami kondisi kejiwaan terduga pelaku saat peristiwa berlangsung serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi insiden tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat karena melibatkan seorang aparatur desa yang selama ini dikenal aktif dalam melayani warga. Kepergian SK meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, Pemerintah Desa Sangkanayu, dan masyarakat yang mengenalnya.
Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum maupun identitas lengkap terduga pelaku.
PNN NEWS masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian, tim medis, serta keluarga korban guna melengkapi informasi dan memastikan seluruh fakta yang berkembang di lapangan.


