
PURBALINGGA – PNN NEWS, 23 Juli 2026 – Proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Karangjambe, Kabupaten Purbalingga, dengan anggaran RP 165.678,000 menjadi sorotan tajam. Proyek yang diharapkan mampu menunjang akses dan produktivitas petani itu justru menuai protes dari warga serta Pemerintah Desa karena diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan minim keterbukaan informasi.
Sejak pekerjaan dimulai, masyarakat mengaku tidak mengetahui secara jelas sumber anggaran, nilai proyek, volume pekerjaan, hingga spesifikasi teknis yang menjadi acuan pelaksanaan. Tidak adanya papan informasi proyek maupun penjelasan yang memadai dinilai bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi publik dan memicu berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.

Warga menilai kualitas pekerjaan patut dipertanyakan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, proses pengecoran rabat beton diduga tidak dilakukan sesuai metode konstruksi yang lazim diterapkan. Material batu disebut dihamparkan terlebih dahulu, kemudian disiram campuran semen dan pasir, bukan menggunakan adukan beton yang dicampur secara merata dengan mesin molen.
«”Program ini sebenarnya sangat baik untuk kepentingan petani. Tetapi pelaksanaannya diduga asal jadi. Batu dihampar dulu lalu disiram campuran semen dan pasir. Saat kami mempertanyakan, pelaksana berdalih mesin molen sedang rusak,” ujar salah seorang warga.

Keluhan tersebut tidak hanya datang dari masyarakat. Pemerintah Desa Karangjambe juga mengaku tidak pernah menerima dokumen teknis proyek, mulai dari gambar kerja, spesifikasi teknis, hingga rincian volume pekerjaan. Desa hanya memperoleh surat pemberitahuan bahwa akan ada pembangunan Jalan Usaha Tani di wilayahnya.
«”Kami hanya diberi tahu akan ada pekerjaan. Gambar teknis, spesifikasi maupun volume pekerjaan tidak pernah disampaikan kepada pemerintah desa. Padahal kami merupakan desa penerima manfaat,” ungkap salah seorang perangkat desa.»
Merespons banyaknya laporan masyarakat, perangkat desa bersama pemerintah desa melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek. Dari hasil pengecekan tersebut, muncul dugaan bahwa metode pengecoran tidak sesuai ketentuan, penggunaan mesin molen tidak optimal, serta ketebalan rabat beton diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis yang semestinya.
Selain itu, seluruh pekerjaan disebut dikerjakan oleh tenaga dari pihak ketiga tanpa melibatkan tenaga kerja lokal. Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan karena masyarakat berharap proyek pemerintah juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
«”Karena banyak aduan, kami turun langsung ke lapangan. Dugaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi menjadi perhatian kami. Yang membuat kami prihatin, seluruh pekerja berasal dari luar, sementara warga desa tidak dilibatkan. Jangan sampai nanti desa yang disalahkan ketika kualitas pekerjaan dipersoalkan,” kata perangkat desa.»
Kepala Desa Karangjambe turut membenarkan adanya berbagai keluhan dari masyarakat. Ia mengaku hingga kini belum pernah bertemu dengan pihak ketiga pelaksana proyek maupun memperoleh informasi mengenai detail perencanaan, spesifikasi, serta volume pekerjaan.
«”Sampai sekarang saya belum pernah bertemu dengan pihak ketiga. Saya juga tidak mengetahui gambar teknis maupun berapa volume pekerjaan yang harus dikerjakan. Yang kami terima justru keluhan dari masyarakat. Seharusnya ada koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat juga diberdayakan sebagai tenaga kerja lokal,” tegas Kepala Desa.

Munculnya berbagai dugaan tersebut mendorong masyarakat meminta instansi yang membidangi Program Jalan Usaha Tani segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu pekerjaan. Warga juga mendesak adanya evaluasi terhadap pelaksanaan proyek serta keterbukaan informasi mengenai sumber pendanaan, nilai kontrak, volume pekerjaan, spesifikasi teknis, hingga mekanisme pengawasan agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan maupun kerugian terhadap kualitas infrastruktur yang dibangun.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi yang bertanggung jawab belum memberikan keterangan resmi. PNN NEWS masih terus berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan menyajikan informasi yang berimbang sesuai kaidah jurnalistik.



