
PURBALINGGA | PNN News — Program pemeliharaan dan rehabilitasi jalan desa di RT 003 RW 006, Dusun 1, Desa Sidanegara, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, mendapat respons positif dari masyarakat. Proyek yang didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran akses dan aktivitas warga, kamis 16 April 2026.
Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola dengan spesifikasi teknis berupa pengaspalan latasir sand sheet setebal 2 cm sepanjang 324,61 meter dan lebar 2 meter (±649,22 meter persegi), dilanjutkan dengan hamparan aspal penetrasi setebal 3 cm. Selain itu, dilakukan pemasangan batu belah ukuran 10/15 yang dipadatkan sepanjang 232 meter dengan lebar 2 meter. Total anggaran kegiatan sebesar Rp150 juta dan saat ini telah selesai dikerjakan.
Warga setempat mengapresiasi terealisasinya pembangunan tersebut. Mereka menilai perbaikan jalan ini sangat membantu mobilitas, terutama untuk aktivitas pertanian. Namun demikian, masyarakat berharap adanya kelanjutan pembangunan, khususnya pada sektor drainase yang dinilai masih membutuhkan penanganan.
“Terima kasih kepada Bapak H. Adi Yuwono, S.H., serta jajaran Pemerintah Desa Sidanegara. Kami berharap ke depan pembangunan dapat dilanjutkan, terutama untuk drainase,” ujar salah satu warga.
Senada dengan itu, Tarmo, warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang kini lebih baik berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, jalan di wilayah RT 03 RW 06 sekarang sudah bagus. Akses ke sawah dan kebun menjadi lebih lancar dan tidak becek lagi. Semoga jalan ini bisa awet. Terima kasih kepada bapak dewan,” ungkapnya.
Kepala Desa Sidanegara, Suparno, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia berharap program bantuan serupa dapat terus berlanjut guna memperbaiki ruas jalan lain yang masih membutuhkan perhatian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Adi Yuwono, S.H., atas aspirasinya untuk Desa Sidanegara. Harapannya, ke depan masih ada dukungan lanjutan, mengingat keterbatasan Dana Desa dalam pembiayaan pembangunan fisik,” ujarnya.


