
Kolaborasi bersama Komunitas Gumul Juang ini mengajak keluarga membangun komunikasi terbuka guna mencegah kekerasan terhadap anak melalui edukasi “Kenali, Tolak, Cerita”.
JAKARTA, PNN NEWS – Upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan anak terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui kampanye sosial “Berani Lindungi” yang diinisiasi mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business bekerja sama dengan Komunitas Gumul Juang (KGJ). Program ini hadir untuk mengedukasi anak-anak dan orang tua mengenai pentingnya mengenali batasan tubuh sebagai langkah awal mencegah kekerasan dan pelecehan terhadap anak.

Kampanye yang mengusung tema “Kenali Tubuhmu, Lindungi Dirimu” tersebut merupakan implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni Quality Education, yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat, termasuk pendidikan mengenai perlindungan diri sejak usia dini.

Berangkat dari kenyataan bahwa masih banyak anak belum memahami hak untuk mengatakan “tidak” ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman, serta masih banyak orang tua yang kesulitan memulai pembicaraan mengenai batasan tubuh, mahasiswa LSPR menghadirkan pendekatan edukasi yang dikemas secara interaktif, sederhana, dan sesuai dengan usia anak.
Dalam rangkaian kegiatan yang sekaligus memperingati Hari Anak Nasional tersebut, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas edukatif seperti mini teater, permainan interaktif, hingga pembelajaran mengenai konsep “Kenali, Tolak, Cerita”. Melalui metode tersebut, peserta diajak mengenali bagian tubuh yang harus dilindungi, berani menolak perlakuan yang tidak pantas, serta berani bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi situasi yang mengancam.

Sementara itu, para orang tua mendapatkan pendampingan melalui sesi diskusi bersama psikolog mengenai pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan aman di lingkungan keluarga. Harapannya, anak tidak merasa takut ataupun malu untuk menyampaikan pengalaman yang dialaminya kepada orang tua maupun orang dewasa yang dipercaya.
Ketua Pelaksana Berani Lindungi, Bintang Zuama Maulidin, mengatakan pembahasan mengenai batasan tubuh masih kerap dianggap sebagai hal yang tabu di tengah masyarakat. Padahal, menurutnya, pemahaman tersebut merupakan bekal penting agar anak mampu mengenali situasi yang tidak aman dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi ancaman.
“Kami berharap Berani Lindungi bisa menjadi langkah kecil yang membawa perubahan. Kami ingin anak-anak pulang dengan pengetahuan baru tentang cara melindungi dirinya, sementara orang tua pulang dengan pemahaman bahwa komunikasi yang terbuka adalah salah satu bentuk perlindungan terbaik bagi anak,” ujar Bintang.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, seluruh peserta juga memperoleh Safety Kit yang dapat dimanfaatkan di rumah sebagai media belajar bersama keluarga. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat proses edukasi sehingga tidak berhenti hanya pada saat kegiatan berlangsung, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berani Lindungi merupakan proyek kolaborasi mahasiswa LSPR dari empat mata kuliah Komunikasi Pemasaran, yaitu Social Marketing, Community Development, Digital Marketing, serta Creative Content in Marketing. Melalui kolaborasi dengan Komunitas Gumul Juang, penyelenggara berharap semakin banyak keluarga menyadari bahwa menciptakan lingkungan yang aman bagi anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah ataupun komunitas, melainkan dimulai dari rumah melalui komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.

LSPR Institute of Communication and Business merupakan institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu komunikasi, bisnis, dan industri kreatif. Sementara Komunitas Gumul Juang adalah komunitas pendidikan yang sejak tahun 2010 memberikan akses belajar gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi di kawasan Jakarta Timur. Melalui sinergi keduanya, kampanye Berani Lindungi diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang lebih berani melindungi diri dan tumbuh di lingkungan yang aman serta penuh kepedulian.






