
PURBALINGGA — PNN NEWS- Semangat pelestarian budaya Jawa menggema dalam gelaran Lomba Maca Geguritan tingkat SMP se-Kabupaten Purbalingga yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP Kabupaten Purbalingga di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan mengusung tema bahasa dan sastra Jawa sebagai sarana membentuk siswa budi berbudi pekerti luhur dalam semangat Hardiknas.

Sejumlah 58 peserta perwakilan dari SMP se-Kabupaten Purbalingga tampak antusias mengikuti lomba yang tidak hanya menampilkan kemampuan membaca geguritan, tetapi juga penghayatan, ekspresi, dan kecintaan terhadap budaya Jawa.
Ketua MGMP Bahasa Jawa SMP Kabupaten Purbalingga, Arif Restiyadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dan tamu undangan yang hadir.
“Kegiatan ini mengangkat tema bahasa dan sastra Jawa sebagai sarana membentuk budi pekerti luhur dalam semangat Hardiknas. Lomba Maca Geguritan bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga upaya melestarikan bahasa Jawa sekaligus mengajarkan bagaimana membaca geguritan dengan indah dan penuh penghayatan,” ujarnya.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Priyanto, selaku Kabid SMP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan dari Kepala Dinas Pendidikan yang berhalangan hadir karena mendampingi kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Hardiknas di Kabupaten Purbalingga berlangsung mulai 2 hingga 26 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan karakter peserta didik.
“Menang ataupun belum menang adalah hal biasa. Intinya, kegiatan ini menjadi sarana melatih mental dan membangun rasa percaya diri siswa. Mereka adalah generasi penerus dan calon-calon juara masa depan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa peserta yang belum meraih juara bukan berarti tidak memiliki prestasi. Menurutnya, kontribusi guru pendamping memiliki peran penting dalam membentuk semangat dan karakter siswa.
“Apapun peran dan kontribusi pendamping sangat berarti. Orang yang bertakwa adalah mereka yang mau berkontribusi, baik dalam keadaan lapang maupun sempit,” tambahnya.
Sementara itu salah satu dewan juri, Ratna Palupi dari SMKN 1 Kaligondang, menilai kualitas peserta tahun ini sangat baik, terutama dalam penghayatan dan keberanian tampil di atas panggung.
“Anak-anak tampil luar biasa. Mereka mampu membawakan geguritan dengan ekspresi dan penghayatan yang kuat. Ini menunjukkan bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap bahasa dan sastra Jawa, tinggal diperhatikan pakocapan, pemenggalan dan arti tembung ,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilaksanakan agar budaya Jawa tetap hidup di kalangan pelajar.
“Melalui lomba Maca Geguritan, siswa belajar percaya diri, mencintai budaya sendiri, dan membangun karakter yang santun serta berbudaya,” tambahnya.
Adapun hasil Lomba Maca Geguritan tingkat SMP Kabupaten Purbalingga tahun 2026 sebagai berikut:
Juara I : Aribah Nur Muflikhah — SMP Negeri 1 Bobotsari
Juara II : Gian Alesha Putri — SMP Negeri 2 Rembang
Juara III : Afril Harfiyanti — SMP Negeri 2 Mrebet
Harapan I : Azzam Nabhan Zulfadli — SMP Negeri 1 Rembang
Harapan II : Kalista Naomi Yasmin — SMP Negeri 1 Karangreja
Harapan III : Josia Febriarto — SMP Negeri 1 Purbalingga
Melalui ajang ini, peringatan Hardiknas 2026 di Kabupaten Purbalingga tidak hanya menjadi seremoni pendidikan, tetapi juga momentum menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra Jawa sebagai identitas budaya bangsa.



