
Purbalingga – PNN NEWS- Serayu larangan – 21 mei 2026 – Rentetan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur Serayu Larangan diduga kuat dipicu minimnya rambu peringatan, buruknya penerangan jalan, serta material proyek yang sempat dibiarkan berada di badan jalan. Sorotan publik terhadap proyek perbaikan jalan dan pembangunan gorong-gorong tersebut akhirnya mendapat tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Purbalingga.
Kepala Bidang PU, Agus, saat diwawancarai awak media PNN NEWS mengakui kondisi pengamanan proyek di lapangan menjadi bahan evaluasi serius setelah sejumlah pengendara mengalami kecelakaan, terutama pada malam hari.
“Sebetulnya sejak awal rambu-rambu sudah dipasang. Namun kemungkinan tersenggol kendaraan dan belum sempat diperbaiki kembali sehingga kondisinya seperti itu. Kami juga langsung bergerak cepat membuka akses jalan dan sudah menjenguk korban di rumah sakit,” ujar Agus.
Pernyataan tersebut sekaligus menguatkan keluhan warga yang sebelumnya menilai proyek berjalan tanpa pengamanan maksimal. Minimnya rambu, gelapnya lokasi pekerjaan, hingga gundukan material bekas galian yang berada di badan jalan disebut sangat membahayakan pengendara, khususnya roda dua.
Agus menegaskan, kejadian ini akan menjadi evaluasi menyeluruh bagi Dinas PU agar pelaksanaan proyek berikutnya tidak kembali memicu kecelakaan.
“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami. Ke depan rambu-rambu akan diperbanyak supaya pengendara sudah bisa melihat dari jarak jauh. Material maupun gundukan bekas galian juga tidak akan dibiarkan seperti kemarin,” tegasnya.
Sebelumnya, proyek di jalur Serayu Larangan menuai kritik karena dinilai minim keterbukaan dan pengamanan kerja. Warga mempertanyakan standar keselamatan proyek yang dianggap lalai mengantisipasi risiko bagi pengguna jalan.
Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintas di area proyek, terutama pada malam hari, serta mengurangi kecepatan demi menghindari kecelakaan.



