
PURBALINGGA | PNN News – Pondok Pesantren Baitul Qur’an Asy-Suyuthi Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak, berilmu, dan siap mengabdi kepada umat. Hal itu ditandai dengan suksesnya penyelenggaraan Haflah At-Tasyakur Khotmil Qur’an wal Kutub ke-5 yang digelar pada Sabtu malam (20/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah namun penuh kekhidmatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Purbalingga, Forkopimcam Karanganyar, Pemerintah Desa Maribaya, para tokoh agama, wali santri, serta ratusan masyarakat yang memadati halaman pondok pesantren sejak acara dimulai pukul 19.30 WIB.
Haflah ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum penting sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan para santri yang telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz dan menyelesaikan kajian berbagai kitab klasik (kitab kuning) yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren salaf

Suasana haru menyelimuti prosesi khotmil Qur’an ketika para santri satu per satu maju ke panggung utama untuk mengikuti tasmi’ dan menerima penghormatan atas capaian mereka. Tepuk tangan para hadirin berkali-kali pecah sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para santri dalam menempuh proses pendidikan yang tidak mudah.
Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Qur’an Asy-Suyuthi, Gus YY Eva Nurdiyanto, S.Pd.I, menegaskan bahwa pesantren yang dipimpinnya tidak hanya fokus pada hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membekali santri dengan pemahaman mendalam terhadap literatur keislaman klasik sebagai fondasi dakwah dan pengabdian di tengah masyarakat.
“Ini adalah ciri khas pesantren salaf. Santri kami tidak hanya dituntut hafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami kitab-kitab turats sebagai bekal untuk berdakwah, membimbing umat, dan menjaga nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.
Menurutnya, khotmil Qur’an wal Kutub menjadi bukti bahwa pesantren tetap konsisten menjaga tradisi keilmuan Islam yang bersanad sekaligus menjawab tantangan zaman dengan melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual dan spiritual yang kuat.
Tampak hadir di kursi kehormatan sejumlah unsur Forkopimda, Forkopimcam Karanganyar, kepala desa beserta perangkat Desa Maribaya, serta para tokoh masyarakat yang memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan pendidikan pesantren.
Puncak acara diisi dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Khoirullah Al-Mujtaba, S.H.I., M.H. dari Wonosobo. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga sanad keilmuan dan terus mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
“Ilmu Al-Qur’an dan kitab itu adalah amanah. Jangan berhenti mengaji hanya karena sudah diwisuda. Teruslah belajar, menjaga adab, dan jadilah cahaya yang menerangi masyarakat di manapun kalian berada,” pesan beliau di hadapan para wisudawan dan jamaah.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa khotmil Qur’an yang berlangsung khusyuk, dilanjutkan lantunan shalawat dari Grup Sholawat Sabilul Jannah yang menambah semarak dan kekhidmatan malam penuh keberkahan tersebut.
Dengan terselenggaranya Haflah Khotmil Qur’an wal Kutub ke-5 ini, Pondok Pesantren Baitul Qur’an Asy-Suyuthi kembali menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsisten melahirkan generasi Qur’ani, berkarakter, dan siap menjadi penerus perjuangan ulama dalam membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.
Redaksi



