
PURBALINGGA — PNN NEWS– Tradisi tasyakuran dan doa bersama dalam rangka walimatul safar haji yang digelar oleh Bapak Ramisa dan Ibu Suwarni di Dusun Karang Kabur, Desa Bojanegara, berlangsung khidmat dan sarat makna. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat dalam mengiringi keberangkatan calon jamaah haji, Sabtu 18 April 2026
Ratusan warga tampak antusias menghadiri acara tersebut. Hadir pula tokoh masyarakat dan tokoh agama yang bersama-sama memanjatkan doa bagi calon jamaah haji yang dijadwalkan berangkat pada 13 Mei 2026. Doa dipanjatkan agar perjalanan ibadah berlangsung lancar, selamat hingga kembali ke tanah air, serta memperoleh predikat haji yang mabrur

Suasana religius semakin terasa dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan fasih dan merdu, diikuti dengan selawat Nabi yang menambah kekhusyukan. Nuansa spiritual yang tercipta seakan membawa para jamaah merasakan atmosfer Tanah Suci.
Dalam sambutannya yang diwakilkan, Bapak Ramisa menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat serta ucapan terima kasih atas kehadiran dan doa yang diberikan.
“Atas nama pribadi dan keluarga, kami memohon maaf atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa restu dari seluruh warga. Mohon doa agar kami diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji dan menjadi haji yang mabrur,” tuturnya.
Acara doa dipimpin oleh H. Wilujeng yang juga menyampaikan tausiyah singkat (kultum). Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya makna ibadah haji sebagai rukun Islam kelima bagi yang mampu, serta harapan agar seluruh umat Islam yang hadir kelak diberikan kesempatan menunaikan ibadah haji.

“Semoga kita semua yang hadir di sini diberikan kemampuan untuk menunaikan rukun Islam kelima. Dan bagi yang berangkat, semoga sepulangnya dari Tanah Suci dapat meningkatkan kualitas ibadahnya,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi calon jamaah, tetapi juga mempererat kebersamaan dan nilai gotong royong di tengah masyarakat.


