
PURBALINGGA | PNN NEWS – Suasana religius dan penuh semangat menyelimuti Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Kamis (18/6/2026) sore. Ratusan santri yatim piatu dan dhuafa Pondok Pesantren Baitul Qur’an Maribaya bersama masyarakat setempat memadati jalan-jalan desa dalam Karnaval Muharram 1448 Hijriah yang berlangsung meriah dan menarik perhatian warga di sepanjang rute yang dilalui.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan pondok pesantren tersebut tidak hanya menjadi sarana menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, tetapi juga menjadi momentum syiar Islam sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Pawai dimulai sekitar pukul 13.30 WIB setelah pelaksanaan Shalat Zuhur berjamaah. Rombongan peserta yang terdiri dari ratusan sepeda motor, puluhan mobil, para santri, pengurus pondok, dan masyarakat bergerak dari halaman Pondok Pesantren Baitul Qur’an menuju jalur lintas kecamatan melintasi wilayah Kecamatan Bobotsari, Kecamatan Kertanegara, dan kembali ke Kecamatan Karanganyar sebelum berakhir di kompleks pondok pesantren.
Sepanjang perjalanan, lantunan shalawat menggema dari kendaraan peserta. Berbagai poster kaligrafi, spanduk dakwah, dan pesan-pesan moral bernuansa Islami turut menghiasi iring-iringan sehingga menciptakan suasana yang khidmat sekaligus semarak.
Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Qur’an Maribaya, Ustadz YY Eva Nurdiyanto, S.Pd.I, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas datangnya Tahun Baru Islam sekaligus sarana dakwah yang melibatkan masyarakat luas.
“Karnaval ini merupakan wujud rasa syukur menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Selain itu, kami ingin menjadikan momentum ini sebagai syiar Islam dan mengajak masyarakat untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat dengan Al-Qur’an dan ajaran agama,” ungkapnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan masih mendapat tempat di hati warga. Bahkan, banyak masyarakat yang sengaja keluar rumah untuk menyaksikan dan mengabadikan momen pawai menggunakan telepon genggam mereka.
Selain menjadi ajang syiar, karnaval tersebut juga dimanfaatkan pihak pondok untuk mengumumkan dua agenda besar yang akan digelar selama bulan Muharram.
Agenda pertama adalah Pengajian Akbar Muharram yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu sore, 20 Juni 2026. Kegiatan tersebut akan menghadirkan penceramah kondang dari luar daerah dan terbuka untuk masyarakat umum.
Sementara agenda kedua adalah Khotmil Qur’an Kubro yang akan diikuti oleh para santri yatim piatu dan dhuafa binaan Pondok Pesantren Baitul Qur’an. Kegiatan ini menjadi puncak rasa syukur atas keberhasilan para santri dalam menyelesaikan bacaan Al-Qur’an 30 juz.
“Anak-anak yatim dan dhuafa ini telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencintai dan menghafal Al-Qur’an. Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir, memberikan doa, dan menjadi bagian dari kebahagiaan mereka,” tambah Ustadz yang akrab disapa Gus YY.
Antusiasme warga terlihat jelas di sepanjang rute karnaval. Banyak masyarakat berdiri di depan rumah, di tepi jalan, hingga di sejumlah titik persimpangan untuk menyaksikan rombongan peserta yang melintas.
Salah seorang warga mengaku terharu melihat semangat para santri yatim yang mengikuti pawai sambil melantunkan shalawat.
“Merinding melihatnya. Anak-anak yatim begitu bersemangat bershalawat sepanjang perjalanan. Ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang semangat hijrah dan pentingnya mencintai Al-Qur’an,” ujar seorang ibu yang tampak merekam jalannya karnaval.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan aman hingga berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama di halaman pondok pesantren dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Magrib berjamaah.
Melalui kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Yatim Piatu Dhuafa Baitul Qur’an Maribaya berharap semangat Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih religius, peduli sesama, serta memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Pewarta: Ansor


