
Purbalingga – PNN NEWS- Polemik seleksi perangkat Desa Kalijaran kembali memanas. Warga Dusun V Purbadana secara terbuka melayangkan protes keras terhadap hasil seleksi Kepala Dusun (Kadus) yang dinilai sarat kejanggalan dan tidak merepresentasikan masyarakat setempat.
Audiensi lanjutan digelar di Aula Balai Desa Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Rabu (11/3/2026) sejak pukul 09.25 hingga 14.00 WIB. Sekitar 40 warga hadir menyampaikan keberatan mereka secara langsung kepada pemerintah desa dan panitia seleksi.
Pertemuan tersebut difasilitasi Sekretaris Camat Karanganyar, Taufiq Hidayat, SE, serta dihadiri Kepala Desa Kalijaran Supriyanto, Ketua BPD Taufik Abdullah, panitia penjaringan perangkat desa, tim teknis dari SMK Negeri 1 Karanganyar, para peserta seleksi, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Penolakan Terhadap Kadus Terpilih
Dalam forum yang berlangsung tegang tersebut, warga secara tegas menolak Tyas Tuti, calon Kadus V terpilih. Penolakan muncul karena yang bersangkutan disebut berasal dari Desa Pagedangan, Kecamatan Mrebet, dan bukan warga Dusun V Purbadana.
Bagi warga, posisi Kadus semestinya diisi figur yang memahami kondisi sosial masyarakat setempat.
Selain persoalan domisili, warga juga menyoroti sejumlah kejanggalan dalam proses seleksi, di antaranya:
Penolakan terhadap Kadus perempuan yang dinilai belum memiliki kedekatan sosial dengan warga.
Penyusunan soal ujian yang dianggap tidak menyesuaikan latar belakang pendidikan peserta.
Dugaan lemahnya pengawasan saat ujian, sehingga ada peserta yang masih mengerjakan soal setelah waktu berakhir.
Munculnya nilai pada peserta yang mengaku tidak mengikuti atau tidak mengerjakan tes komputer.
Atas berbagai kejanggalan tersebut, warga mendesak agar proses penjaringan khusus untuk Kadus V diulang dari awal.
Bahkan sebagian warga menyatakan akan tetap menolak Kadus terpilih meskipun nantinya telah dilantik.
Panitia Bantah Kecurangan
Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Kalijaran, H. Supiyadi, membantah adanya praktik kecurangan dalam pelaksanaan seleksi.
Ia menegaskan panitia siap membuka ruang klarifikasi jika ada pihak yang merasa dirugikan.
“Jika ada bukti kecurangan, silakan dilaporkan. Panitia hanya menjalankan proses sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Namun demikian, panitia mengakui adanya kelalaian dalam proses penilaian tes praktik komputer, sehingga perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap hasil nilai yang telah keluar.
Dugaan Kejanggalan Teknis
Perwakilan tim teknis dari SMK Negeri 1 Karanganyar, Rizki Budi Kurniawan, menjelaskan bahwa ujian praktik komputer dilaksanakan pukul 11.30 hingga 11.50 WIB.
Berdasarkan rekaman CCTV, seluruh peserta terlihat keluar ruangan secara bersamaan setelah waktu ujian berakhir.
Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah hanya menyediakan fasilitas dan sistem ujian, sementara penyusunan soal bukan berasal dari pihak SMK.
Tokoh Masyarakat Soroti Nilai “Misterius”
Tokoh masyarakat sekaligus penanggung jawab audiensi, Yayat, mempertanyakan munculnya nilai pada peserta yang mengaku tidak mengerjakan tes komputer.
Selain itu, ia juga menyoroti dugaan penggunaan akun atau identitas login yang sama, yang dinilai berpotensi membuka celah manipulasi dalam sistem ujian.
Tak hanya itu, warga juga meminta klarifikasi atas isu yang beredar di masyarakat terkait dugaan praktik “bayar untuk menjadi perangkat desa”, yang disebut pernah dilontarkan oleh salah satu oknum perangkat desa.
Kades Siap Disumpah di Atas Al-Qur’an
Menanggapi polemik yang kian memanas, Kepala Desa Kalijaran Supriyanto mencoba meredakan situasi dengan menawarkan langkah simbolis berupa sumpah di atas Al-Qur’an bagi panitia dan pemerintah desa sebagai bentuk penegasan bahwa proses seleksi berjalan jujur.
“Jika perlu, kami siap disumpah di atas Al-Qur’an agar masyarakat percaya bahwa proses ini tidak ada kecurangan,” katanya.
Hasil Seleksi Dicabut Sementara
Sekretaris Camat Karanganyar Taufiq Hidayat selaku Ketua Tim Fasilitasi akhirnya menyimpulkan adanya kelalaian dalam pembubuhan nilai tes praktik komputer.
Sebagai konsekuensinya, hasil perangkingan calon perangkat Desa Kalijaran dicabut sementara.
Panitia dijadwalkan melakukan verifikasi dan perbaikan ulang nilai tes praktik komputer pada Jumat (13/3/2026) di SMK Negeri 1 Karanganyar dengan disaksikan langsung oleh para peserta seleksi.
Audiensi Dijaga Ketat Aparat
Audiensi yang berlangsung cukup panas tersebut mendapat pengamanan dari aparat gabungan yang dipimpin Kapolsek Karanganyar AKP Edi Rasio,
Meski sempat memanas, kegiatan audiensi akhirnya berlangsung hingga selesai dalam kondisi tertib dan kondusif.


