
PURBALINGGA — PNN News- Kepala Desa Onje, Kabupaten Purbalingga, angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial Facebook. Unggahan tersebut dinilai memuat narasi miring dan terkesan menyudutkan kinerja Pemerintah Desa menyusul insiden keributan antarwarga yang berujung pada pelaporan ke aparat kepolisian.
Kepala Desa Onje ary mengaku tidak mengetahui secara detail pemicu awal insiden tersebut. Dirinya justru menerima informasi pertama kali secara langsung dari warga saat bersiap melakukan peninjauan lapangan.
“Kejadiannya saya tidak tahu persis. Saya malah tahu dari warga pas saya mau ke lapangan pakai motor, pakai celana kolor. Katanya ada ribut-ribut dibawa ke Polsek. Akhirnya saya putar balik, ganti pakai mobil, langsung ke Polsek,” ujar Kepala Desa Onje, Kamis (3/9/2026).
Menanggapi polemic di ruang publik, ia menegaskan posisinya sebagai pengayom masyarakat yang senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Menurutnya, setiap gesekan antarwarga idealnya diselesaikan terlebih dahulu melalui mekanisme internal desa sebelum melibatkan pihak penegak hukum, demi menjaga marwah dan keharmonisan sosial.
“Saya selaku kepala desa, saya juga sebagai bapaknya warga. Di kala anak-anak saya atau warga saya ada masalah, kepengin saya diselesaikan secara kekeluargaan atau internal desa, karena orang Jawa bilang bocah polah orang tuane kepradah,” tegasnya.
Kendati demikian, ia mengapresiasi langkah cepat kedua belah pihak yang akhirnya memilih jalur damai. Pemerintah Desa Onje memastikan persoalan ini telah selesai dan berharap insiden serupa tidak terulang kembali demi merawat kerukunan di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, saya bersyukur informasi yang saya dapat, kedua belah pihak yang bermasalah sudah berdamai. Saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Guyub rukun itu sangat indah,” pungkasnya.


