
PURBALINGGA –PNN NEWS- 11 Juli 2026-Antusiasme tinggi ditunjukkan warga Desa Bojanegara dalam mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram yang digelar di desa setempat dengan pendampingan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kelampok. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha yang lebih menjanjikan di sektor agribisnis.
Budidaya jamur tiram selama ini dikenal sebagai salah satu usaha agribisnis yang memiliki prospek cerah di Indonesia. Selain memiliki permintaan pasar yang terus meningkat, jamur tiram dapat dipasarkan dalam bentuk segar maupun diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Dari sisi kesehatan, jamur tiram juga dikenal memiliki berbagai manfaat, di antaranya membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu menjaga kadar kolesterol.

Dengan modal yang relatif terjangkau, budidaya jamur tiram dapat dijalankan dalam skala rumah tangga maupun skala yang lebih besar, sehingga menjadi salah satu alternatif usaha yang potensial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Kepala Desa Bojanegara, Sudiono, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan BLK Kelampok atas terselenggaranya pelatihan tersebut.
«”Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BLK Kelampok atas bimbingan serta ilmu yang diberikan kepada warga kami. Semoga pelatihan ini memberikan manfaat bagi para pelaku budidaya jamur tiram di Desa Bojanegara, menambah semangat mereka untuk terus berkembang, serta menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas usaha budidaya jamur tiram di desa kami,” ujarnya.»
Senada dengan itu, Ketua Kelompok Budidaya Jamur Tiram mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para peserta.
«”Pelatihan ini sangat berguna bagi kami. Ilmu yang diperoleh akan kami terapkan dalam proses budidaya agar hasil produksi semakin baik dan usaha kami bisa terus berkembang,” katanya.»
Sementara itu, instruktur pelatihan dari BLK Kelampok menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
«”Kami berharap pelatihan selama 10 hari ini dapat dipahami dan diterapkan dengan baik oleh seluruh peserta. Pendampingan tidak hanya dilakukan selama pelatihan berlangsung, tetapi juga hingga masa panen. Jika ada kendala dalam proses budidaya, peserta tidak perlu ragu untuk bertanya karena kami siap memberikan pendampingan,” tuturnya.»
Melalui pelatihan ini, pemerintah desa bersama BLK Kelampok berharap lahir pelaku-pelaku usaha budidaya jamur tiram yang lebih mandiri, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor agribisnis berbasis potensi lokal



