
PURBALINGGA – PNN NEWS – Operasi pencarian korban KMP Virgo 8 kembali membuahkan hasil. Sebanyak 14 jenazah ditemukan dan dievakuasi dari badan kapal di perairan Laut Jawa, Kamis (24/9/2026). Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi merupakan warga Kabupaten Purbalingga.
Korban diketahui bernama Abdul Fikri, warga Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Identitas korban disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Purbalingga, Bayu Widyatama.

“Dia merupakan salah satu penumpang kapal yang tenggelam tersebut. Almarhum berprofesi sebagai sopir truk yang sedang membawa muatan,” kata Bayu.
Abdul Fikri diketahui mengemudikan truk bermuatan alat bor dan menumpang KMP Virgo 8 bersama seorang kernet. Keduanya dalam perjalanan menuju Kalimantan ketika kapal mengalami musibah di perairan Laut Jawa.
Namun, hingga kini, keberadaan kernet yang ikut dalam perjalanan tersebut belum diketahui. Ia masih tercatat dalam daftar pencarian korban.
“Satu jenazah yang ditemukan dipastikan merupakan warga Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Beliau berprofesi sebagai sopir,” ujar Bayu.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana membenarkan penemuan 14 jenazah pada Kamis (24/9/2026).
Seluruh korban dievakuasi menggunakan KN SAR Pacitan. Jenazah kemudian dibawa ke Banjarmasin menggunakan Helikopter Basarnas HR-3604 dan Helikopter Panther milik TNI Angkatan Laut untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Dengan temuan tersebut, jumlah korban yang telah ditemukan dalam operasi pencarian KMP Virgo 8 mencapai 150 orang. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan 42 orang meninggal dunia, sedangkan 98 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
KMP Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.
Kapal tersebut dilaporkan mengalami musibah saat kondisi cuaca buruk. Berdasarkan data manifes, KMP Virgo 8 mengangkut 243 orang, termasuk 30 awak kapal.
Hingga Jumat (25/9/2026), tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian untuk menemukan penumpang yang belum diketahui keberadaannya


