
PURBALINGGA | PNN NEWS — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI Angkatan Udara (TNI AU) tahun 2026 di Lanud Jenderal Besar Soedirman berlangsung khidmat, tertib, dan sarat nilai pengabdian. Upacara digelar pada Kamis, 9 April 2026, pukul 07.20 hingga 08.25 WIB di Lapangan Mako Lanud Jenderal Besar Soedirman, dengan mengusung tema “Pengabdian Tanpa Batas, TNI AU AMPUH Indonesia Maju.”
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Lanud Jenderal Besar Soedirman Letkol Pnb Ali Purwoko, S.Sos., memimpin langsung jalannya kegiatan yang diikuti sekitar 140 peserta, terdiri dari perwira, bintara, tamtama, serta ASN di lingkungan Lanud.
Upacara turut dihadiri jajaran pejabat penting, di antaranya Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 16/D.II Ny. Dewi Ali Purwoko beserta pengurus, para kepala dinas, komandan satuan, hingga perwakilan PPAU. Kehadiran mereka menegaskan soliditas internal serta dukungan keluarga besar TNI AU dalam setiap lini pengabdian.

Susunan pasukan upacara mencerminkan kesiapan dan kedisiplinan prajurit, terdiri dari satu SST Perwira Pertama (Pama), dua SST Bintara/Tamtama bersenjata, satu SST Korpri, serta satu SSR Dhuaja sebagai simbol kehormatan satuan.
Rangkaian upacara berlangsung tertib, diawali dengan masuknya Komandan Upacara, pembacaan lintasan sejarah TNI AU, hingga pengucapan Sapta Marga yang menjadi pengingat nilai dasar jati diri prajurit. Momen sakral juga terlihat saat penghormatan kepada Dhuaja dan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pendahulu.
Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Udara yang dibacakan Inspektur Upacara, ditegaskan bahwa delapan dekade perjalanan TNI AU merupakan wujud pengabdian nyata yang terus berkembang dari generasi ke generasi. Profesionalisme dan disiplin tinggi menjadi fondasi utama, tercermin dari capaian zero accident selama dua tahun berturut-turut.
Tak hanya itu, TNI AU juga menunjukkan kiprah strategis di kancah internasional melalui misi kemanusiaan, termasuk keberhasilan pengiriman bantuan 17,8 ton ke Gaza melalui operasi airdrop multinasional. Di dalam negeri, respons cepat terhadap bencana di Sumatera dengan pengerahan ribuan personel dan puluhan alutsista menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui kekuatan udara.
Di bidang pembinaan personel, peningkatan kualitas sumber daya manusia terus diperkuat melalui berbagai prestasi nasional dan internasional. Sementara itu, tata kelola organisasi menunjukkan kemajuan signifikan dengan diraihnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan penghargaan Unit Pelayanan Prima di sejumlah satuan kerja.
Lebih jauh, pengesahan Undang-Undang Pengelolaan Ruang Udara disebut sebagai tonggak strategis dalam mempertegas kedaulatan nasional sekaligus memperkuat peran TNI AU sebagai garda terdepan pertahanan udara.
Menghadapi dinamika global dan perkembangan karakter peperangan modern yang mencakup dimensi siber, elektromagnetik, hingga informasi, TNI AU dituntut untuk terus beradaptasi. Profesionalisme prajurit, penguasaan teknologi, serta ketangguhan mental menjadi kunci utama dalam menjaga kesiapan operasional.

Di akhir amanat, Kepala Staf Angkatan Udara menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh prajurit dan ASN atas dedikasi tanpa batas yang telah ditunjukkan, sekaligus menegaskan pentingnya dukungan keluarga sebagai pilar kekuatan dalam setiap pengabdian.
Seluruh rangkaian upacara ditutup dengan penghormatan pasukan dan menyanyikan Hymne TNI Angkatan Udara, sebelum Inspektur Upacara meninggalkan lapangan. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, mencerminkan profesionalisme serta soliditas TNI AU dalam mengemban tugas negara.
Momentum HUT ke-80 ini menjadi penegas bahwa TNI Angkatan Udara terus bertransformasi menjadi kekuatan udara yang AMPUH, adaptif, dan siap menjawab tantangan zaman demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat.



