Oplus_16908288
Purbalingga | Pnn News — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Bojongsari, Brobot, Kabupaten Purbalingga resmi beroperasi pada Kamis (5/2/2026). Peresmian dilakukan oleh Kepala SPPG Bojongsari Brobot, Wiwit Enggal Riadi, bersama Ketua Yayasan Manunggaling Jivanasya Prayujanam, Joko Prayitno.
Kegiatan peresmian yang dimulai pukul 09.40 WIB tersebut dihadiri sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah daerah, TNI, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta perwakilan sekolah dan mitra kerja.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain anggota DPRD Purbalingga Komisi I Predi Setiaji, SH, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Puskesmas Bojongsari, Komandan Koramil Kutasari, Sekretaris Kecamatan Bojongsari, kepala desa wilayah Brobot dan Gembong, serta perwakilan sekolah dan mitra.
Kepala SPPG Bojongsari Brobot, Wiwit Enggal Riadi, menyampaikan bahwa pembangunan dapur SPPG ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Pembangunan dapur ini bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa serta mewujudkan program Bapak Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus membantu mengurangi angka stunting di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini SPPG Bojongsari menargetkan pelayanan bagi sekitar 2.260 penerima manfaat, dengan sasaran utama pelajar dan masyarakat yang membutuhkan layanan pemenuhan gizi.
Wiwit juga berharap keberadaan SPPG dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap SPPG ini dapat memberdayakan masyarakat dan membantu UMKM lokal. Kami juga memohon dukungan dan kerja sama dari pemerintah agar operasional dapur ini dapat berjalan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan owner sekaligus mitra yayasan, Yoga, menjelaskan bahwa SPPG Bojongsari merupakan implementasi pelayanan gizi terpadu yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah Brobot, Bojongsari, Purbalingga.
“SPPG ini menjawab kebijakan sekaligus kebutuhan nyata di lapangan. Target awal kami adalah 2.260 penerima manfaat mulai dari siswa TK, SD, SMP, SMA/SMK sederajat hingga ibu hamil. Kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, program SPPG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga sebagai pusat pelayanan konsultasi gizi bagi masyarakat.
“Program ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi implementasi pemenuhan hak dan pemenuhan gizi masyarakat. Di sini masyarakat juga bisa berkonsultasi dengan ahli gizi. SPPG menjadi pusat pelayanan gizi, bukan hanya pusat makan siang bergizi gratis,” ujarnya.
Menurutnya, operasional SPPG akan dijalankan sesuai standar operasional prosedur guna menjaga kualitas layanan.
Yoga berharap SPPG Bojongsari dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat serta pelaku UMKM lokal.
Secara operasional, SPPG Bojongsari melibatkan sekitar 45 anggota bersama staf dalam mendukung kegiatan produksi dan distribusi layanan pemenuhan gizi.
Rangkaian peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan pemotongan pita. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Wiwit Enggal Riadi bersama Joko Prayitno, didampingi perwakilan DPRD dan Sekretaris Kecamatan Bojongsari.
Sedangkan prosesi pemotongan pita dilakukan oleh anggota DPRD Purbalingga Predi Setiaji, SH, bersama Komandan Koramil Kutasari Kadi Suryanto, dilanjutkan dengan sesi peninjauan dapur SPPG oleh seluruh tamu undangan.
Dengan beroperasinya SPPG Bojongsari, diharapkan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan optimal sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan generasi muda di Kabupaten Purbalingga.



