
PURBALINGGA | PNN NEWS – Momentum pasca-Idulfitri dimanfaatkan Pemuda RW 07 (Karang Taruna) Desa Panican, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, untuk menggelar kegiatan halal bihalal yang sarat makna kebersamaan dan penguatan nilai sosial, Minggu (22/03/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang konsolidasi generasi muda dalam mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta membangun komitmen bersama menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks. Rangkaian acara diisi dengan ikrar saling memaafkan, tausiyah, ramah tamah, hingga diskusi program kerja kepemudaan.
Kepala Desa Panican, Sutiyo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran strategis pemuda sebagai pilar kekuatan bangsa. Ia mengingatkan bahwa kualitas suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.

“Lemahnya pemuda adalah cerminan lemahnya sebuah negara. Hari ini kita memang tidak menghadapi perang fisik, tetapi tantangan nyata adalah menjaga ketakwaan dan keimanan di tengah derasnya arus pergaulan bebas yang menjauhkan dari nilai agama dan norma,” tegasnya.
Sutiyo juga menyoroti ancaman serius penyalahgunaan obat-obatan murah yang marak di kalangan remaja. Ia mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjadikan Desa Panican sebagai wilayah “Bersinar” (Bersih dari Narkoba).
“Obat-obatan murah dengan harga belasan ribu rupiah namun berdampak memabukkan harus menjadi perhatian bersama. Mari kita jauhi dan perangi. Kita wujudkan Desa Panican yang bersih dari narkoba,” imbuhnya.
Sementara itu, Wiwit Sugianto selaku tuan rumah sekaligus Ketua RW 07 mengajak seluruh pemuda untuk menjaga kekompakan dan menjauhi perilaku menyimpang yang berpotensi berhadapan dengan hukum.
“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum memperkuat persaudaraan. Saya mengajak seluruh pemuda untuk tetap solid, menjaga kebersamaan, dan menghindari kenakalan remaja yang merugikan masa depan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Panican, pengurus Karang Taruna, Ketua RW 07, serta seluruh pemuda-pemudi setempat. Suasana berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan kondusif.
Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga dan menjadi fondasi kuat dalam membangun lingkungan sosial yang harmonis, aman, dan berdaya.



