
Cilacap, Jawa Tengah – Memasuki H-2 Lebaran 2026, pergerakan pemudik di jalur selatan Pulau Jawa mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Simpang Tiga Sampang yang menjadi simpul pertemuan arus kendaraan dari arah barat dan timur.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas di kawasan ini masih dalam kondisi ramai lancar, meskipun volume kendaraan terus bertambah dibanding hari-hari sebelumnya.
Didominasi Kendaraan Pribadi dari Arah Jakarta
Menurut keterangan dari petugas di Pos Pengamanan Sampang, kendaraan yang melintas mayoritas merupakan mobil pribadi dari arah Jakarta dengan tujuan utama wilayah Yogyakarta.
Kepala pos pengamanan, Ipda Adim Haryoko, menjelaskan bahwa tren peningkatan sudah mulai terlihat sejak pagi hingga siang hari.
“Arus kendaraan masih lancar, namun volumenya meningkat dari dua arah, baik dari Jakarta maupun dari Jogja,” ujarnya.
Selain kendaraan roda empat, arus sepeda motor juga mulai mengalami peningkatan, terutama pada sore hingga malam hari, yang diperkirakan akan terus bertambah mendekati puncak mudik.
Lonjakan Volume Kendaraan Mulai Terasa
Data sementara menunjukkan adanya kenaikan cukup signifikan pada jumlah kendaraan yang melintas. Untuk mobil pribadi, angka meningkat dari sekitar 350 kendaraan per jam menjadi 500 kendaraan per jam. Sementara itu, kendaraan roda dua mencapai sekitar 250 unit per jam.
Lonjakan ini diprediksi akan terus meningkat, terutama pada H-1 Lebaran yang biasanya menjadi puncak pergerakan pemudik di jalur selatan.
Titik Perlambatan di Perlintasan Kereta
Meskipun secara umum arus lalu lintas berjalan lancar, terdapat satu titik yang kerap menjadi penyebab perlambatan, yaitu perlintasan kereta api di Randegan.
Sistem buka-tutup palang pintu menyebabkan kendaraan harus berhenti sementara dengan durasi sekitar 10 menit sebelum arus kembali normal.
Catatan Kecelakaan Selama Arus Mudik
Di tengah peningkatan mobilitas, pihak kepolisian juga mencatat adanya tujuh kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Cilacap selama periode mudik tahun ini.
Dari jumlah tersebut, dilaporkan dua korban meninggal dunia dan sekitar sepuluh orang mengalami luka ringan, dengan total kerugian materi mencapai kurang lebih Rp9,7 juta.
Imbauan untuk Pemudik
Petugas mengingatkan para pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, untuk tetap waspada dan menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Faktor kelelahan dan kurang konsentrasi masih menjadi penyebab utama kecelakaan di jalur mudik.
PNN NEWS Insight
Jalur Selatan Cilacap kembali menunjukkan perannya sebagai jalur alternatif favorit bagi pemudik yang menghindari kepadatan jalur tol. Meski saat ini masih tergolong lancar, peningkatan volume kendaraan menjadi sinyal bahwa puncak arus mudik sudah semakin dekat.
Perjalanan yang aman bukan hanya soal memilih jalur, tetapi juga soal kesiapan diri. Karena dalam setiap perjalanan mudik, yang paling penting bukan seberapa cepat sampai, tapi bagaimana bisa sampai dengan selamat.


