
BANJARNEGARA –PNN NEWS –Kegiatan pembagian 10.000 takjil dan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, digelar pada Selasa (17/3/2026) sore. Acara yang berlangsung di kawasan Desa Wisata Purwasaba itu diikuti sekitar 1.000 warga dan berjalan dalam suasana tertib serta kondusif.
Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB, melibatkan berbagai elemen organisasi masyarakat. Turut hadir Ketua DPW Squad Nusantara Jawa Tengah Didik Nalog, Kepala Desa Purwasaba Welas Yuni Nugroho (Hoho), serta perwakilan Squad Nusantara dari sejumlah daerah seperti Semarang, Wonosobo, Kebumen, Tegal, Demak, Cilacap, Kudus, Jepara, Yogyakarta, dan Pekalongan. Hadir pula unsur Pemuda Pancasila dari Kebumen dan Purbalingga.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berpotensi memecah belah persatuan warga.
“Warga Purwasaba jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengusik ketenangan dan memecah belah kerukunan di desa kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pihak yang meminta tanda tangan untuk kepentingan tertentu, serta lebih teliti dalam menerima tamu yang datang dengan tujuan yang belum jelas.
Selain itu, terkait insiden pengeroyokan yang sempat terjadi saat audiensi di Kecamatan Mandiraja, Kades menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami kronologi secara utuh dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Ia menegaskan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi setiap permasalahan.
Menurutnya, Desa Purwasaba selama ini dikenal sebagai wilayah yang aman dan damai. Namun, belakangan situasi tersebut sedikit terganggu oleh pihak-pihak tertentu. Ia juga menegaskan bahwa permasalahan yang terjadi tidak melibatkan seluruh warga desa.
Dalam kesempatan tersebut, Kades menyampaikan bahwa bantuan sosial yang dibagikan merupakan bentuk kepedulian, termasuk dukungan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Ia berharap bantuan tersebut dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil dan bansos kepada warga. Penyaluran dilakukan dengan mekanisme penukaran menggunakan fotokopi KTP sebagai bentuk pendataan penerima.
Secara umum, kegiatan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.
Selama pelaksanaan, situasi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Aparat kewilayahan diharapkan terus melakukan pemantauan guna menjaga stabilitas dan kondusivitas lingkungan.


